MY MENU

Blog

Judul
Cara Menghitung Omzet Bisnis Dengan Cermat (Versi 1)
Tanggal Diciptakan
04/01/2020
Lampiran0
Views
2985
Konten


Dalam dunia bisnis, kerap kali kita mendengar istilah omzet, profit dan margin. Sekilas pengertiannya sama, yaitu keuntungan usaha. Namun jika dicermati ketiga istilah tersebut memiliki pengertian yang berbeda.

Omzet atau omset merupakan hasil penjualan dalam jangka waktu tertentu sebelum dikurangi biaya apapun. Umumnya disebut pendapatan kotor. Sedangkan profit adalah uang yang dihasilkan dalam suatu kegiatan penjualan dalam jangka waktu tertentu, setelah dikurangi biaya lain-lain atau pendapatan bersih. Dan, margin merupakan persentase keuntungan dari produk yang Anda jual.

Sebagai pebisnis, Anda tidak hanya harus memahami ketiga istilah tersebut, tetapi juga harus piawai bagaimana cara meningkatkan omzer, profit dan margin. Pasalnya, bisnis yang sehat, adalah ketika Anda sudah bisa menjalankan usaha tanpa banyak dibebani pinjaman. Operasional bisnis bisa digerakkan dari profit yang dihasilkan.

Bagaimana cara menghitung omzet usaha?



Cukup sederhana untuk menghitung omzet ini, Anda hanya tinggal mengalikan harga yang dijual dengan jumlah produk yang yang berhasil terjual. Sebagai contoh, pada bulan April, anda berhasil menjual sebanyak 1000 produk dengan harga jual tiap produk sebesar Rp 50.000. Maka omzet Anda di bulan April adalah Rp 50.000.000.

Dengan nilai sebesar itu, Anda jangan terbuai dulu. Karena omzet tersebut belum mencerminkan laba atau profit. Anda harus mencermati kembali biaya-biaya yang dikeluarkan, diantaranya harga pokok penjualan, harga pokok produksi, gaji karyawan atau tim Anda, beban-beban usaha semacam pinjaman jika ada, retur penjualan jika ada, pajak dan biaya operasional lainnya.

Setelah Anda berhasil merinci keseluruhan biaya, barulah Anda menilai apakah omzet penjualan suatu produk cukup memberikan profit ? atau malah sebaliknya.

Ini yang kadang dialami pelaku usaha kecil, yang cukup puas dengan angka-angka omzet. Sehingga begitu bisnis berjalan, kerap mengalami stagnasi, dan berakhir dengan suntikan dana pinjaman. Perhitungan yang matang profit ini sangat membantu Anda menentukan strategi dan perencanaan bagi bisnis Anda ke depannya.

Lantas bagaimana dengan margin ? Di sini Anda membagi keuntungan atau profit dengan modal x 100 %. 

Ilustrasi lebih jelasnya bisa disimak penjelasan berikut ini :

Sebuah manufaktur produk sepatu  berhasil menjual 5000 pasang sepatu dengan harga Rp 300.000 per pasang. Untuk memproduksi dan memasarkan sepatu tersebut, perusahaan mengeluarkan biaya sebesar Rp 200.000 per pasang. Maka 

Total omzet: 5000 x Rp 300.000 = 1,5 miliar.
Profit: Rp 300.000 – Rp 200.000 = Rp 100.000 per pasang.
Margin: Rp 100.000 : Rp 200.000 x 100 % = 50%

Tips Meningkatkan Omzet Bisnis



Kata kuncinya, omzet besar dapat tercapai jika Anda mampu menciptakan perputaran produk dengan cepat. Karena itu, pertama kali Anda harus menentukan target pasar yang potensial. Siapa konsumen yang ingin Anda grab. Jika Anda sudah menentukan target pasar, Anda bisa melakukan strategi meningkatkan omzet berikut ini:

1. Tingkatkan kualitas produk dan inovasi

Kualitas bisa berupa material bahan yang dipilih memang bagus, nyaman. Selain itu Anda perlu melihat dinamika dan tren yang berkembang. Teruslah berinovasi dan bikin pelanggan Anda merasa bangga memiliki produk yang Anda jual.

2. Berikan pelayanan yang baik kepada pelanggan

Awalnya konsumen membeli produk Anda boleh jadi karena didorong oleh kebutuhan atau keinginan yang harus dipenuhi. Namun begitu, mereka tetap memiliki rasa jika Anda tidak melayani mereka dengan baik.

Mendengar keluhan dan menindaklanjuti, memberikan kejutan, apresiasi dan sebagainya. Pelayanan yang baik dan personalized bisa menutupi seandainya kualitas produk yang Anda jual masih belum maksimal di tengah maraknya kompetitor.

Kehadiran media sosial, satu sisi menguntungkan.  Konsumen bisa bertestimoni secara sukarela, mengajak rekan-rekannya membeli produk Anda dan sebagainya. Tapi sisi lain, bisa menjadi bumerang yang digunakan konsumen yang tidak puas atau kecewa atas pelayanan atau kualitas produk Anda.

3. Melakukan promosi yang efektif

Sebagai penjual, Anda akan senang jika konsumen bisa membeli produk Anda lebih dari satu. Karena itu, buatlah paket produk yang menarik dan lakukan promo-promo. Seperti beli 3, gratis 1, beli 5 produk gratis ongkir dan gimmick. Karena hari ini adalah hari HUT perusahaan ke 5 tahun, makan ditawarkan harga serba 50.000 utk all items.

Misalnya produk Anda senilai Rp 75.000 diluar promo. Anda bisa berkreasi di sini. Atau Anda bisa mengajak konsumen Anda ikut beramal dengan membeli produk Anda.

Dalam pemberian diskon disarankan tidak terlalu sering untuk menghindari adanya pandangan “diskon tipu-tipu”. Sebaiknya diskon diberikan pada hari tertentu, semisal hari raya atau akhir tahun dalam waktu terbatas.

Masyarakat lebih senang jika ada penawaran khusus daripada diskon yang terlalu sering. Penawaran khusus dapat meningkatkan loyalitas customer.

4. Jika modal memadai, Anda bisa menambah outlet baru untuk mendapatkan target pasar baru

Ini untuk mengatasi kejenuhan pada suatu area pemasaran, Anda perlu merefresh lokasi demi mencapai omzet penjualan. Namun sebelum memutuskan mencari lokasi baru, Anda sudah melakukan survey yang mendalam dan peluang target customer yang potensial.

Umumnya target pasar di suatu lokasi ditentukan oleh faktor demografi di tempat tersebut. Misal, kawasan perumahan elit, yang membutuhkan sebuah toko buku yang lengkap dan nyaman semacam swalayannya toko buku.

Demikian tips meningkatkan omzet bisnis. Untuk medapatkan profit yang optimal, Anda harus berani berubah, mencari vendor-vendor atau material bahan yang memiliki nilai tambah sehingga Anda dapat menekan biaya produksi.

Selain itu, pandanglah SDM sebagai kekuatan aset yang harus diperhatikan dan diprioritaskan dalam pembinaan, pembelajaran sekaligus apresiasi atas prestasi mereka.

Untuk memudahkan Anda mengelola bisnis sehingga bisa mendapatkan omzet yang maksimal, Anda bisa memanfaatkan software ERP (Enterprise Resources Planning) SystemEver, sebuah software yang berperan mengintegrasikan dan mengotomasikan proses bisnis yang berhubungan dengan aspek operasional, produksi, distribusi, dan manufaktur.

SystemEver telah dikembangkan oleh Younglimwon Soft Lab dari Korea Selatan sejak 27 tahun lalu dan melayani lebih dari 1,600 pelanggan di Korea, Jepang, Cina, Vietnam dan Indonesia.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan