Pelajari lebih lanjut bagaimana SystemEver sangat tepat untuk bekerja remote Lihat Video Tutorial. 

Artikel

5 Persyaratan Membangun Startup Agar Menjadi Unicorn di Indonesia

5 Persyaratan Membangun Startup Agar Menjadi Unicorn di Indonesia

Apa itu startup? Perusahaan yang masih dalam masa rintisan atau baru saja dibangun, akan tetapi tidak berlaku untuk semua bidang usaha. Startup merupakan perusahaan atau bisnis yang bergerak di bidang teknologi dan juga informasi.

Di era digital seperti ini, startup sangat diperhitungkan karena sudah berhasil mengimbangi perusahaan-perusahaan besar. Untuk mengukur kesuksesan sebuah startup, muncul istilah unicorn.

Sedangkan unicorn sendiri merupakan suatu startup yang sudah memiliki nilai valuasi sebesar US$ 1 miliar atau Rp 14, 1 triliun rupiah. Di Indonesia sendiri sudah ada banyak startup yang menjadi unicorn, salah satunya adalah OnlinePajak. Startup ini memiliki nilai valuasi sebesar US$ 1,7 miliar atau Rp 24,75 triliun. 

OnlinePajak ini mengadopsi teknologi blockchain, dimana teknologi ini berguna untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak. Jika ingin mengikuti jejak OnlinePajak menjadi unicorn, berikut beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:

Syarat-syarat Membangun Startup Agar Menjadi Unicorn 

1. Ada Kebutuhan Pasar


Salah satu kunci sukses dalam membangun startup adalah harus didasari oleh kebutuhan pasar. Hal ini berarti munculnya startup menjadi solusi dari berbagai masalah yang sering dialami oleh masyarakat.

Contoh startup yang hadir karena kebutuhan pasar adalah OnlinePajak. Startup yang mengadopsi teknologi blockchain ini akan mempermudah masyarakat yang membayar pajak. 

OnlinePajak mengintegrasikan data berbasis web sehingga hanya dalam satu platform saja wajib pajak sudah bisa menghitung, setor dan juga lapor pajak.

Tidak hanya itu saja, pengguna startup ini juga bisa mengelola pajak secara gratis. Keberadaan startup OnlinePajak ini telah membantu penggunanya untuk membayar pajak tanpa ribet dan tanpa antri.

2. Memiliki Visi yang Ingin Dicapai  

Umumnya, tujuan membangun bisnis adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan.

Namun, apabila motivasi membangun bisnis hanya untuk mendapatkan keuntungan saja rasanya kurang tepat karena tidak akan bisa membuat bisnis tetap bertahan.

Terlebih jika kondisinya seperti saat ini sehingga aktivitas bisnis menjadi jatuh bangun.

Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya hal ini maka perlu membuat visi yang jelas sebelum membangun bisnis.

Visi yang jelas tersebut bisa membuat bisnis tetap bertahan meski mengalami banyak tantangan dan rintangan. Misalnya, visinya untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak tanpa harus antri. 

3. Memanfaatkan Teknologi Digital


Startup yang sekarang dikenal masyarakat ini berbasis teknologi. Maka dari itu, saat menciptakan startup ada syarat yang harus dipenuhi, misalnya mudah diakses menggunakan desktop maupun smartphone.

Tips sukses membangun startup yang penting untuk dilakukan yaitu harus pintar mengambil hati masyarakat sehingga banyak yang menggunakannya. 

Meski startup berbasis teknologi, ternyata ada juga startup yang sulit diakses. Hal ini disebabkan oleh tampilan dan sistem pada startup yang belum sempurna.

Masalah ini bisa diatasi dengan cara melakukan perbaikan secara terus menerus. Perlu diketahui jika startup yang sekarang sudah menjadi unicorn pernah berada di tahap ini.

Namun, seiring berjalannya waktu masalah itu bisa diatasi hingga sekarang mendapatkan kesuksesan.

4. Memiliki Tim yang Ahli dan Juga Solid 

Ketika merintis bisnis startup tidak bisa dilakukan sendiri. Butuh beberapa karyawan meski jumlahnya sedikit.

Meski jumlahnya sedikit usahakan untuk merekrut karyawan yang memiliki keahlian yang mumpuni dan pengalaman yang cukup. Dengan syarat seperti ini maka akan tercipta anggota tim ahli dan pastinya juga solid.

Karyawan yang direkrut tidak hanya memiliki keahlian saja tetapi juga harus memiliki solidaritas yang kuat. Alasannya karena dalam membangun bisnis startup membutuhkan kerja tim yang baik.

Jika nantinya bisnis startup yang dibangun mendapatkan kesuksesan maka tidak hanya dirasakan pendirinya saja, melainkan juga tim yang bekerja keras bersama-sama.

5. Siap Menghadapi Risiko


Semua bisnis yang dijalani pasti memiliki risiko, tanpa kecuali bisnis startup. Dalam membangun bisnis ini ternyata ada risiko besar yang menghantuinya.

Hal ini dikarenakan startup yang dirintis belum tentu akan diterima oleh masyarakat. Di mana hadirnya startup ada yang bisa bertahan dan sukses, tetapi ada juga yang tidak banyak dilirik masyarakat.

Risiko yang mengintai sangat sulit untuk diprediksi. Maka dari itu, jika memutuskan terjun ke bisnis ini maka harus siap dan berani menghadapi risiko tersebut. 

Banyaknya bisnis startup yang mencapai kesuksesan telah memotivasi banyak orang untuk membangun bisnis serupa.

Ini berarti membangun bisnis startup sama seperti membangun jenis bisnis pada umumnya. Namun, yang membedakannya yaitu bisnis startup ini berbasis teknologi.

Itulah informasi tentang persyaratan membangun startup agar menjadi unicorn. Jika semua syarat yang disebutkan diatas bisa dipenuhi, bukan tidak mungkin bisnis startup yang dibangun akan mencapai kesuksesan hingga bisa menjadi unicorn seperti OnlinePajak. 

Startup juga perlu memperhatikan pengelolaan sumber daya perusahaan. Sebagian besar startup memilih untuk menggunakan teknologi cloud yang murah dan nyaman, tanpa investasi peralatan, memulai dengan cepat, dan dapat membayar bulanan. Misalnya produk sistem cloud ERP SystemEver untuk pasar Indonesia.

SystemEver merupakan cloud ERP terbaik yang akan membantu pelaku bisnis dalam menyusun strateg yang tepat dan melakukan mapping kebutuhan bisnis.  

Sebagai sistem ERP terbaik, SystemEver juga merancang sistem pengelolaan persediaan barang dengan lengkap dan mampu mencatat berbagai transaksi, seperti transaksi pembelian, penjualan, pengelolaan stok, konsinyasi, laba dan rugi secara real time. 

Sistem manajemen inventory atau ERP i5 Trading & Distribution merupakan salah satu produk SystemEver yang diperuntukkan untuk perusahaan distribusi dan penjualan. Software sistem ERP untuk perusahaan distribusi ini akan menghubungkan bagian pembelian, penjualan dan bagian lainnya. 

Dengan menggunakan software sistem ERP SystemEver maka pelaku bisnis bisa dengan mudah melihat ataupun mengelola pengiriman, memonitoring kinerja penjualan, memeriksa informasi penjualan dan masih banyak lagi. Software ini juga cocok digunakan dalam kerjasama yang menggunakan sistem penjualan konsinyasi.

Artikel Terkait