Pelajari lebih lanjut bagaimana SystemEver sangat tepat untuk bekerja remote Lihat Video Tutorial. 

Artikel

Cara Mudah Membuat Jurnal Khusus dengan 7 Tahapan

Cara Mudah Membuat Jurnal Khusus dengan 7 Tahapan

Tidak hanya ada jurnal umum dalam akuntansi, ada jurnal khusus yang mencatat transaksi sifatnya berulang, dan terbagi menjadi empat. Jika Anda sedang mendalami atau berkecimpung dalam dunia akuntansi, maka perlu memahami jurnal yang akan dibahas berikut ini.

Apa Itu Jurnal Khusus? 

Jurnal khusus merupakan seluruh jurnal, kecuali jurnal umum. Secara umum, laporan yang disebut khusus ini mengenai data harian, seperti, pembelian, penjualan, penerimaan serta pengeluaran kas. Jadi, data tersebut tercatat secara kronologis dan terperinci. 

Tujuan dilakukannya pencatatan berbentuk laporan yang disebut khusus ini yaitu, agar catatan tidak memenuhi buku besar dengan cepat. Jurnal yang dikatakan khusus ini juga bertindak menjadi alat pemantauan bagi organisasi bisnis. 

Jenis-Jenis Jurnal Khusus 

Transaksi yang tercatat dalam laporan ini bermacam-macam, jenis-jenis jurnal khusus terbagi menjadi empat, sebagai berikut. 

  1. Jurnal Pembelian

Jurnal pembelian termasuk jurnal khusus yang mencatat semua jenis pembelian, baik barang atau bukan barang secara kredit. Jenis-jenis transaksi pembelian yaitu pembelian barang dagang secara kredit serta pembelian perlengkapan, peralatan dan aktiva lain secara kredit. 

Jurnal ini membantu menyederhanakan pencatatan serta memudahkan pembukuan transaksi dengan volume tinggi ke dalam buku besar. Jurnal pembelian juga mencatat transaksi secara harian, sesuai tanggal terjadinya transaksi. 

  1. Jurnal Penjualan

Jurnal penjualan merupakan jurnal khusus yang dipakai menyimpan transaksi penjualan terperinci. Tujuan utama laporan ini adalah meringkas informasi transaksi yang volumenya tinggi dari buku besar umum, untuk menyederhanakan buku besar.  

Biasanya, informasi yang tersimpan pada jurnal penjualan bagi setiap transaksi penjualan, seperti, tanggal transaksi, nama pelanggan, nomor faktur. Ada juga jumlah penjualan (debit akun piutang dagang serta kredit akun penjualan). 

Hanya piutang yang dicatat jurnal penjualan, pada dasarnya, sehingga penjualan yang dilakukan tunai, tidak tercatat dalam laporan ini. Dalam praktiknya, masih ada yang mencatat serta menggabungkan penjualan tunai pada jurnal penjualan.

  1. Jurnal Penerimaan Kas

Jurnal penerimaan kas merupakan tempat tercatatnya penjualan tunai, dan laporan ini dipakai untuk membongkar volume transaksi dari buku besar. Bidang-bidang yang ada dalam catatan ini seperti, tanggal, nama pelanggan, identifikasi penerimaan uang tunai. 

Ada juga kolom debit serta kredit untuk mencatat kedua sisi setiap entri. Entri normal yaitu debit untuk uang tunai, sementara, kredit untuk penjualan. Selain itu, jurnal penerimaan kas digunakan mencatat seluruh transaksi yang terkait dengan penerimaan uang. 

  1. Jurnal Pengeluaran Kas 

Fungsi dari jurnal pengeluaran kas yaitu mencatat seluruh transaksi yang hubungannya dengan pengeluaran uang. Transaksi yang termasuk dalam laporan ini, seperti, pembelian tunai, pelunasan utang, retur penjualan. Ada juga pembayaran beban serta pengambilan uang tunai untuk pribadi. 

Sementara, contoh umum arus kas keluar pada bisnis, seperti, pembayaran kas untuk pembelian tunai. Ada juga pembayaran kas untuk biaya-biaya (sewa, iklan, upah, gaji, dan sebagainya). Selain itu, pembayaran kas untuk pembelian aset berwujud maupun tidak berwujud, dan lainnya. 

Cara Membuat Jurnal Khusus Pembelian 

Jurnal pembelian menjadi salah satu jenis jurnal khusus, yang dapat dibuat dengan tahapan, sebagai berikut. 

  1. Mengetahui Fungsi Jurnal Pembelian

Jurnal pembelian mempunyai fungsi utama yaitu memudahkan pencatatan transaksi pembelian berulang kali terjadi, melibatkan pihak yang sama. Jika transaksi pembelian dengan pihak lain hanya terjadi sekali, maka tidak perlu dibuat jurnal khusus pembelian. 

  1. Mengenal Format Jurnal Pembelian

Sebenarnya, format jurnal pembelian kembali pada kebijakan masing-masing perusahaan. Biasanya, format jurnal pembelian kolom-kolomnya seperti, date, supplier’s account credited, invoice date, payment terms, PR, accounts payable dan item

  1. Mengingat Transaksi yang Dicatat pada Jurnal Pembelian

Perlu digarisbawahi, jika transaksi yang dapat dicatat dalam jurnal pembelian hanya transaksi pembelian kredit. Terutama transaksi yang sering terjadi secara berulang, sebaiknya, langsung dicatat dalam laporan pembelian. 

  1. Lakukan Analisis Transaksi

Lakukan analisis transaksi, berdasarkan faktur yang sudah diterima, jika barang pembelian sesuai pesanan, Anda bisa melakukan pencatatan jurnal. 

  1. Sesuaikan Jumlah Kolom dengan Kebutuhan Bisnis

Sebelumnya, kolom-kolom yang biasanya ada dalam jurnal pembelian telah dibahas, saatnya, Anda menyesuaikan jumlah kolom dengan kebutuhan bisnis. 

  1. Entri Di-posting ke Sisi Kredit

Setiap entri pada jurnal pembelian perlu di-posting ke sisi kredit pada buku besar pembantu utang. Hal ini dilakukan setiap akhir periode. 

  1. Nominal dari Jurnal Pembelian Di-posting ke Buku Besar 

Nominal dari jurnal pembelian harus di-posting ke buku besar, setiap akhir bulan. Hal ini dilakukan dengan catatan. Jumlah pada kolom utang usaha dikreditkan ke akun utang usaha pada buku besar. Selain itu, jumlah akun kolom persediaan di-posting ke akun persediaan pada buku besar. Ada juga total seluruh item lainnya di-posting ke akun yang relevan pada buku besar. 

Fitur-Fitur SystemEver i1 AccounTax Service untuk Konsultan 

Kini, aplikasi akuntansi seolah tidak dapat dipisahkan dari profesi akuntan. Banyak manfaat yang ditawarkan aplikasi akuntansi, seperti menghindari kesalahan pada pencatatan keuangan, sementara, pencatatan manual dapat berisiko human error

Selain itu, aplikasi akuntansi untuk pencatatan keuangan perusahaan, juga bisa membantu produktivitas bisnis lebih optimal. Bahkan, kemudahan yang ditawarkan aplikasi akuntansi, membuat perusahaan bisa jauh lebih berhemat. 

Terkait pembahasan jurnal khusus, sebagai akuntan Anda bisa menggunakan SystemEver i1 AccounTax Service untuk memudahkan pekerjaan. AccounTax ini adalah aplikasi akuntansi dan pajak yang basisnya cloud, dirancang konsultan untuk konsultan. 

Adanya dukungan cloud by Microsoft Azure pada AccounTax, membantu Anda berkolaborasi dengan klien, secara mudah dan aman. Terkait pembahasan jurnal khusus, fitur-fitur yang ditawarkan AccounTax, sebagai berikut. 

  1. Konfigurasi yang Mudah 

AccounTax mempunyai langkah konfigurasi awal yang sangat mudah, serta mendukung tiga bahasa, terdiri dari, Indonesia, Inggris dan Korea. 

  1. Mempercepat Proses, Tetapi Tetap Akurat

AccounTax mempercepat proses kerja Anda, dengan menggunakan upload jurnal transaksi, instant valuasi foreign currency. Selain itu, template impor perpajakan (bupot dan faktur pajak), import file untuk master data. Ada juga ekspor data dan laporan yang diperlukan. 

  1. Memperoleh Update Terkini 

Anda bisa memperoleh update terkini setiap saat, dengan kehadiran fitur instant financial statements dan dashboard

  1. Manajemen Aset 

Fitur manajemen aset membantu Anda menginput data dari Excel ke AccounTax serta secara otomatis akan membuat jurnal bersangkutan. Mulai dari ketika akuisisi aset, penyusutan hingga penghapusan aset, jadi, AccounTax memfasilitasi Anda melakukan manajemen aset dengan mudah. 

  1. Integrasi Mitra Perpajakan 

AccounTax sudah bekerjasama dengan pihak ketiga untuk bisa membantu Anda lebih mudah menjalankan kepatuhan perpajakan yang ada. Selain itu, AccounTax mempunyai fitur untuk menghasilkan data yang sesuai format impor untuk bupot dan faktur pajak. 

Jurnal khusus yang juga diterapkan dalam akuntansi terbagi menjadi empat macam, dan masing-masing mempunyai fungsi yang cenderung berbeda. Untuk mempermudah proses kerja, salah satunya Anda bisa menggunakan fitur upload jurnal dari AccounTax.

Artikel Terkait