Pelajari lebih lanjut bagaimana SystemEver sangat tepat untuk bekerja remote Lihat Video Tutorial. 

Artikel

Total Productive Maintenance dan Bagaimana Cara Menerapkan TPM

Total Productive Maintenance dan Bagaimana Cara Menerapkan TPM

Setiap perusahaan yang bergerak di bidang apapun pasti memiliki keinginan untuk selalu berkembang dan terus maju, tanpa kecuali industri manufaktur.

Perusahaan industri manufaktur dituntut untuk selalu bisa memenuhi kebutuhan konsumen serta meningkatkan keuntungan yang diperoleh. 

Dalam proses produksi, industri manufaktur sangat bergantung pada penggunaan fasilitas dan juga peralatan. Apabila ada yang sedang rusak tentu akan mempengaruhi Produktivitas perusahaan.

Maka dari itu, penting untuk selalu merawat fasilitas dan peralatan tersebut. Perlu diketahui kerusakan pada alat maupun mesin ini bisa menyebabkan kerugian yang cukup besar.

Selain itu, juga bisa mengancam keselamatan pekerja. Supaya hal seperti ini tidak terjadi maka perlu menerapkan metode Total Productive Maintenance atau TPM di perusahaan manufaktur

Apa itu Total Productive Maintenance (TPM)


Total Productive maintenance adalah hubungan kerja sama yang saling berkaitan antara bagian produksi dengan perawatan secara keseluruhan untuk meminimalkan biaya produksi, meningkatkan produktivitas dan kemampuan mesin atau peralatan pada perusahaan manufaktur.

Salah satu tujuan menerapkan TPM  adalah supaya meningkatkan produktivitas pada mesin dan peralatan produksi dengan investasi perawatan yang seperlunya.

Fokus utama dari TPM adalah untuk memastikan seluruh perlengkapan maupun peralatan produksi dapat beroperasi dengan kondisi baik, supaya bisa menghindari terjadinya kerusakan maupun keterlambatan dalam proses produksi. 

Tujuan Total Productive Maintenance (TPM) untuk Perusahaan Manufaktur


1. Menjaga Kualitas Produk

Kualitas mesin atau peralatan yang digunakan mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan.

Jika mesin dan peralatan yang digunakan kualitasnya sangat baik maka produk yang dihasilkan juga sangat bagus, begitupun sebaliknya.

Akan tetapi, kualitas produk tidak hanya dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan tetapi juga bergantung pada proses produksinya.

Sedangkan untuk proses produksi sangat bergantung kepada mesin atau peralatan yang digunakan. Jadi, semakin bagus dan berkualitasnya mesin yang digunakan maka kualitas produk yang dihasilkan akan semakin bagus.

2. Produksi Barang yang Baik

Kualitas mesin dan peralatan yang digunakan sangat mempengaruhi kualitas produk. Oleh karena itu, mesin dan peralatan tersebut harus dirawat dengan baik.

Perawatan pada mesin dan peralatan akan membuat proses produksi bahan mentah menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi menjadi lebih optimal.

Jika mesin dan peralatan bisa beroperasi dengan baik maka kemampuan produksi juga akan semakin maksimal.

3. Jaminan Keselamatan Kerja

Mesin dan peralatan yang digunakan perusahaan manufaktur bisa membahayakan pekerja saat proses produksi sedang berlangsung.

Kondisi seperti ini bisa terjadi karena mesin yang digunakan tidak dalam kondisi baik atau sedang dalam masalah.

Untuk itu, perlu dilakukan maintenance  supaya mesin bisa beroperasi dengan baik. Selain itu, tidak akan mengganggu keselamatan para pekerja. 

4. Meminimalkan Biaya Perawatan

Mesin yang digunakan dalam proses produksi harus dilakukan perawatan secara bertahap.

Jika ini dilakukan maka akan mengurangi biaya perawatan saat mesin rusak total. Sebelum mesin tersebut rusak maka maintenance harus terus dilakukan.

Ini bertujuan untuk menghindari kerusakan yang parah serta menghindari penggantian spare part secara menyeluruh. 

5. Memperpanjang Umur Mesin atau Peralatan

Tidak ada perusahaan yang ingin pemakaian mesin atau peralatan hanya sebentar.

Sema perusahaan menginginkan mesin atau peralatan bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Maka dari itu, mesin atau peralatan tersebut harus dirawat dengan baik sejak dibeli.

Jangan menunggu mesin mengalami masalah atau kerusakan total  baru melakukan perawatan.

Cara Menerapkan Total Productive Maintenance (TPM)


Untuk menerapkan TPM di suatu perusahaan maka ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Inilah beberapa tahapan tersebut:

  1. Melakukan evaluasi awal pada tingkat TPM saat ini
  2. Memperkenalkan metode total Productive maintenance  (TPM) kepada tim
  3. Membuat komite TPM khusus
  4. Menetapkan kebijakan, tujuan serta sasaran TPM
  5. Menyusun master plan supaya bisa mengembangkan TPM
  6. Membuat pelatihan TPM pada seluruh pekerja maupun pihak yang berkepentingan
  7. Menerapkan berbagai proses persiapan
  8. Melakukan seluruh program serta kebijakan total productive maintenance supaya bisa mencapai tujuan dan sasaran TPM yang sebelumnya sudah ditetapkan

Itulah informasi tentang total productive maintenance dan bagaimana cara menerapkan TPM. Bagi Anda yang memiliki perusahaan manufaktur disarankan untuk segera menggunakan TPM.

Dalam menjalankan suatu usaha atau bisnis, ternyata tidak cukup hanya mengandalkan skill dan modal saja.

Di mana usaha atau bisnis juga membutuhkan sistem ERP terbaik, contohnya seperti SystemEver (TOP 10 ERP Terbaik di Asia).

SystemEver merupakan vendor cloud ERP Indonesia yang bisa digunakan untuk mengelola dan memonitoring bisnis yang dijalankan.

SystemEver sebagai penyedia cloud ERP terbaik menyediakan beberapa model layanan, salah satunya sistem manajemen inventory.

Produk software sistem ERP Trading & Distribution SystemEver ini merupakan software ERP untuk perusahaan distribusi.

Beberapa keuntungan menggunakan sistem cloud ERP Trading & Distribution SystemEver Indonesia adalah perusahaan bisa memonitoring sistem penjualan serta menjaga kerahasiaan penjualan, melihat serta mengelola pengiriman memonitoring kinerja penjualan yang dilakukan tenaga penjualan dan masih banyak lagi.

Software sistem ERP Trading & Distribution juga bisa dipakai juga pada sistem penjualan konsinyasi dan sistem software ERP manufaktur terintegrasi yang di support dengan jaringan internet 5G.

Artikel Terkait