Learn how SystemEver fits perfectly into your remote work trip. Watch Tutorial Video. 

Article

4 Kiat Perusahaan Hadapi Penurunan Daya Beli di Tengah Pandemi (Case Study Unilever)

4 Kiat Perusahaan Hadapi Penurunan Daya Beli di Tengah Pandemi (Case Study Unilever)

Pandemi Covid-19 yang hingga hari ini belum berakhir telah mengubah berbagai aspek kehidupan manusia. Salah satu aspek yang paling terdampak akibat pandemi adalah di bidang ekonomi. Akibatnya pendapatan masyarakat semakin menurun.

Kondisi ini menyebabkan penurunan daya beli dan konsumsi masyarakat. Meski pemerintah sudah berupaya untuk memberikan bantuan sosial tetapi tidak bisa meningkatkan daya beli.

Penurunan daya beli banyak penyebabnya, menurunnya permintaan masyarakat kelas bawah. Tetapi, juga disebabkan oleh kelas menengah yang lebih memilih menunda konsumsi. Kondisi seperti ini tentu memberikan dampak buruk bagi perusahaan.

Bagaimana tidak, penurunan daya beli akan mengurangi pendapatan sehingga proses produksi sulit untuk berjalan dengan baik.

Supaya perusahaan bisa tetap bertahan di masa pandemi ini, maka perusahaan harus memiliki kiat-kiat khusus.

Tips Perusahaan Menghadapi Penurunan Daya Beli di Tengah Pandemi Covid-19

Penurunan daya beli masyarakat di tengah pandemi pasti akan memberikan dampak yang besar bagi perusahaan. Selain menurunkan pendapatan tetapi juga akan mengganggu proses produksi.

Kondisi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, berikut adalah beberapa tips perusahaan (Unilever) menghadapi penurunan daya beli di tengah pandemi.

1. Melakukan Perubahan pada Harga dan Ukuran Kemasan


Perusahaan besar seperti Unilever juga terdampak pandemi dan merasakan dampak dari penurunan daya beli masyarakat.

Namun, pihak perusahaan telah memiliki strategi salah satunya yaitu melakukan perubahan pada harga dan ukuran kemasan menjadi lebih ekonomis.

Di mana harga dan ukuran kemasan tersebut disesuaikan dengan daya beli masyarakat di masa pandemi Covid-19. Meski jika dihitung secara total, kemasan mini akan lebih mahal tetapi harganya sangat terjangkau.

Contohnya yaitu Unilever meluncurkan produk Lifebuoy sabun cair dengan kemasan Rp 5.000. Ada juga kecap Bango kemasan Rp 3.000 dan Sahaja sabun pencuci piring kemasan dengan harga Rp 1.000. Harga-harga tersebut merupakan harga rekomendasi.

Jika dilihat harganya maka itu sangat terjangkau sehingga sangat membantu masyarakat dengan pendapatan harian atau mingguan.

Meski uang yang dimiliki sangat terbatas tetapi tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari meski dalam jumlah kecil.

2. Terus Melakukan Inovasi

Baik masa pandemi ataupun tidak, perusahaan harus tetap melakukan inovasi jika ingin mendapatkan keuntungan yang besar. Inovasi yang dilakukan disebabkan oleh kebutuhan konsumen yang terus bergerak dinamis.

Unilever menjadi salah satu perusahaan yang gencar melakukan inovasi saat masa pandemi ini. Inovasi produk yang dilakukan, baik produk penunjang kebersihan ataupun kesehatan konsumen.

Jenis-jenis produk penunjang kebersihan guna menjaga kesehatan tersebut yaitu Hand Sanitizer Lifebuoy, spray higienis Sahaja Spray, Wipol Disinfectant Spray, Wipol Surface Disinfecting Wipes, Vaseline Hand Cream Antibacterial.

Sedangkan produk kesehatan konsumen yaitu Buavita dengan formulasi baru yang mengandung 100% vitamin C kebutuhan harian yang berguna untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Unilever juga melakukan inovasi pada produk es krim yang menghadirkan variasi rasa terbaru dan mengikuti tren saat ini.

Contohnya seperti Cornetto Boba Cheese yang terinspirasi dari minuman boba dan Cornetto Daifuku yang terinspirasi dari Mochi Jepang.

3. Melakukan Penjualan Secara Online


Pada masa pandemi, pemerintah menghimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah. Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Kondisi ini kemudian mendorong masyarakat lebih memilih belanja online daripada harus keluar rumah untuk berbelanja. Terjadi peningkatan yang signifikan pada tingkat pembelian secara online.

Untuk mengantisipasi pola belanja yang semuanya serba online maka Unilever Indonesia juga tidak mau kalah untuk menghadirkan inovasi di bidang digital.

Salah satu inovasi di bidang digital adalah Walls Happy Delivery, Unilever Home Delivery dan memperkuat penjualan barang di e-commerce. Penjualan produk melalui e-commerce harus terus ditingkatkan lagi demi menaikkan daya beli masyarakat.

Layanan ini dibuat untuk menjawab kebutuhan konsumen di tingkat professional melalui Unilever Profesional.

Pola belanja serba online di masa pandemi ini diprediksi akan terus bertahan meski pandemi sudah berakhir.

Kondisi ini didorong oleh kecenderungan konsumen yang lebih menyukai gaya hidup bersih dan sehat. Dimana kesehatan menjadi perhatian konsumen di dalam maupun luar rumah.

4.  Meluncurkan Aplikasi Sahabat Dagang

Selain melayani konsumen yang membeli barang secara ecer, Unilever juga meluncurkan aplikasi Sahabat dagang untuk para mitranya.

Aplikasi ini diluncurkan untuk membantu para mitra pedagang warung. Tujuan meluncurkan aplikasi ini ialah mengajak para mitranya untuk tetap sehat, selamat dan usahanya tetap bisa berjalan.

Itulah beberapa tips yang dilakukan oleh Unilever Indonesia menghadapi penurunan daya beli di tengah pandemi.

Tips-tips yang disampaikan diatas merupakan strategi yang dipilih untuk mengembalikan daya beli masyarakat supaya naik lagi.

Bagi Anda pelaku bisnis di Indonesia, khususnya adalah mitra distribusi atau supplier nampaknya harus segera mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu dalam mengelola perusahaan.

Maka dari itu, Anda direkomendasikan untuk menggunakan sistem ERP terbaik yang bernama SystemEver.

Software sistem ERP SystemEver merupakan sistem yang digunakan untuk merencanakan dan juga mengelola sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Cloud ERP terbaik ini dijalankan dengan dukungan seperangkat infrastruktur seperti ponsel, tablet dan komputer atau laptop. Software ERP untuk perusahaan distribusi dan supplier yang tepat adalah ERP SystemEver Trading & Distribution.

SystemEver Trading & Distribution adalah sistem cloud ERP untuk perusahaan distribusi yang sudah terintegrasi antara pembelian, penjualan dan sistem akunting.

Dengan menggunakan SystemEver Trading & Distribution perusahaan bisa memonitoring sistem penjualan dan menjaga kerahasiaan data penjualan dengan sangat mudah.

Tidak hanya untuk perusahaan distribusi, software sistem ERP SystemEver juga merupakan sistem ERP manufaktur dan cloud ERP AccounTax Service terbaik saat ini.

Related Article