Learn how SystemEver fits perfectly into your remote work trip. Watch Tutorial Video. 

Article

Transformasi Digital: 3 Cara Pandemi Memaksa Perubahan Perilaku Konsumen

Transformasi Digital: 3 Cara Pandemi Memaksa Perubahan Perilaku Konsumen

Transformasi Digital: Cara Pandemi Memaksa Perubahan

Hampir seluruh negara di dunia sedang mengalami krisis akibat masa pandemi virus corona. Kemunculan virus corona telah berhasil merubah perilaku masyarakat di berbagai segi kehidupan, salah satunya ekonomi dan juga bisnis. Masa pandemi juga berhasil merubah perilaku konsumen, mulai dari kebiasaan kecil pada kehidupan sehari-hari hingga merubah gaya hidup. 

Sebagai seorang pebisnis atau pelaku usaha harus peka terhadap perubahan perilaku konsumen. Jika bisa mengetahuinya maka akan membuka peluang bisnis yang sangat lebar. Mengetahui perubahan perilaku konsumen bertujuan untuk menyesuaikan strategi bisnis yang dipilih selama masa pandemi ini. Apabila strategi bisnis yang dipilih sangat tepat tidak menutup kemungkinan akan mendapatkan banyak keuntungan. 

Pentingnya Mengetahui Perilaku Konsumen 

Strategi bisnis yang bisa dilakukan untuk meningkatkan penjualan agar mendapatkan banyak keuntungan adalah dengan mengetahui perilaku konsumen.  Perilaku konsumen adalah aktivitas seseorang yang berhubungan erat dengan pembelian, pencarian, pemilihan, penggunaan, jasa serta pengevaluasian produk. Hal tersebut  untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. 

Penghasilan menurun selama masa pandemi cenderung membuat konsumen tidak melihat nilai suatu barang daripada harga barang. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah sebagai berikut:

1. Faktor Pribadi 

Faktor yang pertama adalah faktor pribadi. Adapun beberapa hal yang termasuk dalam faktor ini adalah minat dan juga pendapat konsumen. Faktor pribadi ini dipengaruhi oleh faktor demografi, seperti usia, jenis kelamin, latar belakang, budaya, profesi dan lain sebagainya.

2. Faktor Psikologis

Faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumen meliputi respons individu berdasarkan persepsi dan juga sikapnya terhadap campaign. Selain itu, faktor psikologis selanjutnya yaitu persepsi serta sikap individu terhadap kebutuhan sebagai konsumen.

3. Faktor Sosial

Faktor sosial meliputi pengaruh lingkungan dan pengaruh media sosial terhadap keputusan konsumen. Tidak hanya itu saja, hal lainnya yang termasuk ke dalam faktor ini yaitu pendapatan, kelas sosial dan tingkat pendidikan.  

Perubahan Perilaku Konsumen Selama Masa Pandemi  

Selama masa pandemi aktivitas masyarakat di luar rumah sangat dibatasi. Dimana segala sesuatunya dilakukan di rumah secara online. Kondisi seperti ini kemudian membuat perilaku masyarakat ikut mengalami perubahan, termasuk perannya sebagai konsumen. Berikut ini beberapa perubahan perilaku konsumen selama masa pandemi. 

1. Segala Aktivitas Dilakukan Secara Online 

Social distancing dan work from home membuat segala kegiatan dilakukan secara online, mulai dari belanja hingga akses layanan. Belanja online diprediksi akan menjadi kebiasaan baru para konsumen setelah masa pandemi berakhir. Bahkan kebiasaan ini diprediksi akan bertahan dalam jangka waktu yang panjang.

Sebelum masa pandemi menyerang kebiasaan belanja online didominasi oleh generasi millenial. Tetapi saat ini kebiasaan ini juga dilakukan oleh generasi X dan boomer. Kebiasaan belanja online yang semakin meningkat membuka peluang bisnis. Strategi bisnis yang bisa digunakan untuk memanfaatkan peluang ini adalah memanfaatkan media sosial dan juga marketplace untuk berjualan online.

2. Lebih Fokus Pada Harga dan Kebutuhan  

Perubahan perilaku konsumen selanjutnya saat masa pandemi yaitu lebih fokus pada harga dan kebutuhan. Perubahan ini terjadi karena selama masa pandemi daya beli masyarakat cenderung menurun. Di mana konsumen lebih memprioritaskan harga dan kebutuhan pokok. 

Sedangkan kebutuhan yang tidak terlalu dibutuhkan akan dikesampingkan. Sebagai penjual bisa menyiasati kondisi ini dengan memberikan banyak diskon dan promo untuk menarik konsumen supaya membeli produk yang dijual.

3. Semakin Peduli Kesehatan 

Munculnya virus corona cukup membuat masyarakat menjadi takut dan pada akhirnya menjadi lebih peduli dengan kesehatan. Hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang menjadi lebih sering mengkonsumsi produk kesehatan, seperti vitamin, suplemen, sabun, hand sanitizer, tisu dan makanan sehat. Tidak heran banyak masyarakat yang memanfaatkan kondisi ini dengan menjual produk-produk tersebut,

4. Menjadi Lebih Sering Memasak

Penghasilan yang menurun selama masa pandemi membuat masyarakat menjadi lebih hemat. Supaya pengeluaran setiap harinya tidak membengkak, banyak diantaranya menyiasatinya dengan lebih sering memasak. Lebih sering memasak tidak hanya meminimalisir pengeluaran tetapi kebersihan makanan menjadi lebih terjamin.

Bagaimana Bisnis Bisa Berkembang Setelah Pandemi 

Masa pandemi virus corona tidak hanya memberikan dampak negatif saja, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu dampak positif yang dirasakan adalah banyaknya peluang usaha baru yang sangat menguntungkan. Akan tetapi, tidak semua orang mengetahui peluang usaha tersebut. 

Jika mengetahui peluang usaha yang potensial maka sesegera mungkin akan memanfaatkannya. Misalnya memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk menjual produk kesehatan atau kebutuhan sehari-hari. Apabila bisnis tersebut dikelola dengan baik maka banyak keuntungan yang diperoleh. Supaya bisnis bisa tetap eksis setelah pandemi berakhir maka harus mengetahui perilaku konsumen. Setiap perubahan perilaku konsumen akan menciptakan peluang usaha baru. 

Tidak hanya strategi bisnis yang tepat dan mengetahui perubahan perilaku konsumen yang menjadi faktor kesuksesan bisnis yang dijalankan. Supaya bisnis yang dimiliki bisa dijalankan dengan baik sebaiknya menggunakan sistem atau software canggih seperti SystemEver. Sistem ini sangat cocok digunakan dalam bisnis yang bergerak di bidang distribusi, pabrik, penjualan dan sebagainya.

Bisnis yang bergerak di bidang tersebut pastinya membutuhkan laporan keuangan, laporan penjualan, laporan pajak dan banyak laporan lainnya. supaya laporan yang dibuat bisa terintegrasi dengan antar divisi maka membutuhkan sistem yang mempermudah kinerjanya seperti SystemEver. Keuntungan jika menggunakan SystemEver adalah bisa digunakan dimana saja, biayanya sangat terjangkau serta laporan yang dibuat sudah terintegrasi antar divisi secara lebih akurat. Informasi mengenai Systemever bisa diperoleh melalui ig feed di https://instagram.cm/systemeverid/ atau https://linkedin.com/campany/ylwind/.

Dari informasi yang disampaikan di atas bahwasanya mengetahui perubahan perilaku konsumen sangat mempengaruhi keberlangsungan bisnis yang dijalankan. Penggunaan SystemEver bisa menjadi pelengkap untuk mendapatkan banyak keuntungan dalam berbisnis. 


Related Article